Wednesday, May 30, 2012

ARTIKEL CB 4 -BAHAN REFLEKSI PENTINGNYA FLORA FAUNA BAGI KELANGSUNGAN HIDUP MANUSIA

FLORA dan FAUNA
“ Flora dan Fauna bagi Kelangsungan Hidup Manusia ”
Adevi Sabath Sofani
121010001

Keberagaman hasil karya Nya yang agung membuat bumi menjadi begitu unik. Manusia diciptakanNya dengan akal budi untuk dapat mengelola makhluk hidup lainnya. Dan ketika manusia mengelola makhluk hidup lainnya harusnya tidak melupakan ketergantungan alamiah antar sesama makhluk hidup yang secara bersama-sama hidup di bumi. Sebut saja hewan dan tumbuhan yang merupakan makhluk hidup lainnya. Keduanya merupakan bagian terpenting agar manusia dapat hidup di bumi. Hal penting dalam hubungan antar makhluk hidup yaitu hal memberi dan menerima. Contoh hal memberi dan menerima dalam hubungan ketergantungan antar makhluk hidup yakni dalam hal pernafasan; manusia menghirup oksigen O2 dan mengeluarkan CO2, sedangkan tumbuhan menghirup CO2 dan menghembuskan O2 yang dibutuhkan oleh manusia. Tumbuhan memberi O2 pada manusia dan tumbuhan menerima CO2 dari manusia.
Tumbuhan sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup manusia, pernahkah kita membayangkan tidak adanya tumbuhan di muka bumi ini, bagaimana aktivitas bernapas manusia dapat tercukupi dan aktivitas kehidupan akan berjalan dengan baik. Tumbuhan pun membantu aktivitas kehidupan manusia dalam hal pangan. Tumbuhan dimuka bumi sangat beraneka ragam antara lain; tumbuhan hijau, tumbuhan berbunga, tumbuhan buah, tumbuhan parasit, tumbuhan lumut, tumbuhan pepohonan, dan tumbuhan semak. Jenis-jenis tumbuhan yang ada memiliki perannya masing-masing dibumi.
Beberapa peran penting yang diberikan oleh tumbuhan bagi kehidupan di bumi antara lain :
1.    Sebagai Produsen dalam ekosistem
Kemampuan fotosintesis yang dimiliki oleh tumbuhan menjadikan mereka bisa menyediakan sumber makanan untuk kehidupan mereka sendiri, dan beberapa senyawa lainnya disimpan sebagai cadangan makanan dalam bentuk amilum / pati yang dimanfaatkan oleh mahkluk hidup ( terutama konsumen primer ) sebagai sumber makanan.Sehingga dapat dikatakan tumbuhan menjadi sumber kehidupan utama bagi mahkluk hidup lainnya, karena energi yang berasal darinya akan ditransfer kepada mahkluk hidup lainnya melalui rantai makanan dan jaring-jaring makanan.
2.    Mengendalikan siklus / daur biogeokimia
Kemampuan fotosintesis tumbuhan juga menjadi "jaminan" berlangsungnya daur beberapa senyawa kimia di bumi. CO2 yang merupakan zat "tak berguna" bagi mahkluk hidup lain oleh tumbuhan dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan pembentukan senyawa organik termasuk jugadihasilkannya O2 yang merupakan senyawa penting bagi mahkluk hidup lainnya.
3.    Sebagai agen pelapukan batuan
Tumbuhan lumut merupakan vegetasi perintis yang mampu merubah struktur batuan ataupun karang menjadi tanah yang subur.  Mencegah terjadinya banjir, tanah longsor dan penyedia cadangan air tanah. Akar tumbuhan yang menembus sampai ke dalam tanah, tajuk-daun yang lebat pada tumbuhan mampu menahan derasnya aliran air di permukaan menyerap dan menahan air ketika terjadi hujan.
Keberadaan tumbuhan di bumi juga menjadi berkah tersendiri bagi manusia. Dengan kemampuannya, tumbuhan bisa menjadi "sesuatu" yang bernilai lebih bagi manusia. Beberapa nilai dan manfaat yang bisa diambil oleh manusia dari tumbuhan antara lain :
·         Nilai konsumtif, yang meliputi semua manfaat yang bisa diambil oleh manusia untuk dikonsumsi secara langsung , seperti : sumber bahan pangan, bahan bakar ( kayu bakar ), bahan bangunan.
·         Nilai produktif, yang meliputi semua manfaat yang bisa diambil oleh manusia untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku industri atau produksi. Misalnya : sebagai bahan baku industri mebel, bahan baku industri obat, bahan baku industri makanan dan lain-lain.
·         Nilai non produktif, meliputi semua manfaat yang bisa diambil oleh manusia untuk kepentingan-kepentingan lain di luar konsumsi dan produksi. Seperti : sebagai sumber plasma nutfah, penjaga keseimbangan ekosistem, bahan penelitian, hobby, rekreasi, dan lain sebagainya.
Pohon atau tumbuhan penting sekali bagi kelangsungan hidup manusia. Seperempat oksigen di alam ini dihasilkan oleh tumbuhan hijau termasuk dedaunan pada pohon melalui proses fotosintesis. Tumbuhan yang memiliki klorofil memproduksi energi atau nutrisi dan oksigen lewat proses fotosintesis ini. Dengan bahan karbon dioksida dan air serta memanfaatkan energi cahaya, tumbuhan mampu menghasilkan energi atau nutrisi juga oksigen yang dibutuhkan hampir setiap makhluk hidup di muka bumi. Dapat dibayangkan jika pepohonan di dunia ini berkurang sedikit demi sedikit setiap harinya, jumlah oksigen yang ada di alam ini setiap hari juga semakin berkurang. Padahal manusia membutuhkan oksigen untuk proses respirasi dalam tubuh. Respirasi bukan hanya sekedar bernapas, tetapi dari respirasi akan dihasilkan energi yang digunakan manusia untuk berbagai kegiatan seperti pertumbuhan, gerak, dan lainnnya. Jika oksigen di alam berkurang, maka manusia akan kesulitan dalam melakukan respirasi. Mungkin saat ini kita belum terlalu merasakan akibatnya, tetapi jika jumlah pohon semakin berkurang suatu saat nanti manusia pasti akan merasakan kekurangan oksigen. Kita mungkin mengamati bahwa udara pada beberapa tahun lalu lebih segar dibandingkan dengan udara saat ini.
Diakui atau tidak, manusia adalah makhluk yang berperan besar dalam menciptakan kerusakan flora dan fauna. Beberapa kegiatan manusia secara langsung maupun tidak langsung telah menyebabkan beberapa flora dan fauna mengalami kelangkaan bahkan kepunahan. Untuk mencegah ini terjadi secara terus-menerus sebaiknya kita mengenali kerusakan yang terjadi pada flora dan fauna serta apa sajayang dapat menyebabkan kerusakan itu. Dengan mengenali kerusakan itu, kita dapat mengambil hikmah dan membuat langkah antisipasi agar kerusakan itu tidak berlanjut. Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan kerusakan flora dan fauna akibat kegiatan manusia.
a. Pencemaran
Pencemaran lingkungan adalah faktor yang sangat berperan dalam penciptaan kerusakan flora dan fauna. Zat-zat polutan telah banyak membunuh flora dan fauna di darat maupun di perairan. Kini, zat-zat itu semakin menyesaki Bumi akibat kemajuan teknologi. Di satu sisi, teknologi memang kita butuhkan tetapi di sisi lain telah menyebabkan pencemaran yang sangat membahayakan kehidupan. Hasil dan sisa-sisa kemajuan teknologi itu kini telah meracuni tanah, air, serta udara. Jadi, teknologi hendaknya diciptakan sedemikian rupa sehingga tetap ramah terhadap lingkungan. Kita biasa membedakan pencemaran menjadi tiga macam, yaitu pencemaran udara, air, dan tanah. Pembedaan seperti itu tidaklah tepat benar karena ketiganya saling berkaitan. Asap pabrik dan kendaraan bermotor melepaskan karbon monoksida ke udara. Terjadilah pencemaran udara. Udara yang tercemar itu naik bercampur dengan uap air, terkondensasi, dan turun sebagai hujan. Air hujan yang telah tercemar karbon monoksida itu bersifat asam sehingga sering disebut hujan asam. Hujan asam ini jika mengenai tanaman atau hewan secara langsung dapat memperlambat pertumbuhannya dan bahkan membunuhnya. Air hujan yang asam itu juga memasuki air permukaan seperti sungai atau danau dan meracuni tumbuhan serta hewan-hewan air. Sebagian hujan asam itu meresap ke tanah dan meracuni tumbuh-tumbuhan. Tumbuhan dan hewan itu jika masih hidup akan menyimpan racun dalam tubuhnya. Pencemaran air pada akhirnya juga menyebabkan pencemaran udara dan tanah. Zat-zat polutan dalam air yang tercemar akan terurai dan bercampur dengan udara ketika berlangsung proses penguapan. Sebagian air yang tercemar juga memasuki tanah sehingga tanah pun ikut tercemar. Tindakan sederhana apakah yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi pencemaran? Nah, lakukanlah mulai dari dirimu sendiri!
Pencemaran tanah pun akhirnya juga menyebabkan pencemaran air dan udara. Zat-zat polutan yang ada di dalam tanah dapat menguap ke udara, menimbulkan bau yang tidak sedap dan menyesakkan pernapasan. Sebagian zat polutan itu juga memasuki air tanah dan mengisi air sumur, sungai, serta danau.
b. Eksploitasi Hutan
Pengambilan hasil hutan secara besar-besaran, cepat atau lambat akan memusnahkan flora dan fauna tertentu di permukaan Bumi. Beberapa flora memiliki pertumbuhan yang sangat lambat misalnya jati, sehingga untuk memperbaruinya diperlukan waktu yang sangat lama. Ada juga flora yang hanya tumbuh pada waktu tertentu misalnya bunga Rafflesia arnoldi.
c. Perburuan Liar
Beberapa fauna mempunyai daya tarik tersendiri sehingga mempunyai nilai ekonomis. Inilah yang menyebabkan beberapa fauna diburu oleh manusia. Badak diburu oleh manusia karena diyakini culanya yang berkhasiat sebagai obat. Gajah diburu manusia karena gadingnya dapat digunakan sebagai hiasan dan peralatan dengan harga mahal. Cenderawasih diburu karena bulunya yang indah. Dan beberapa fauna lagi diburu karena alasan tertentu. Inilah yang menyebabkan beberapa fauna berada diambang kepunahan. Bagaimanakah upaya yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya perburuan liar?
d. Penggunaan Pestisida
Dalam pertanian penggunaan pestisida dimaksudkan untuk membunuh hewan perusak tanaman. Secara tidak sengaja, pestisida itu juga membunuh hewan yang menguntungkan. Beberapa burung telah mati akibat penggunaan pestisida. Burung-burung yang tahan terhadap pestisida akan mengalami gangguan reproduksi. Berdasarkan penelitian, pestisida berpengaruh terhadap pembentukan kalsium dalam tubuh burung. Akibatnya, burung menghasilkan telur yang kulitnya sangat tipis sehingga bayi burung tidak dapat bertahan hidup. Langkanya elang jawa diduga kuat juga karena penggunaan pestisida ini.
e. Penggunaan Pupuk Buatan
Di satu sisi, pupuk buatan berfungsi menyuburkan tanaman. Namun, di sisi lain pupuk telah berperanbesar terhadap kelangkaan beberapa jenis fauna. Berdasarkan penelitian, para ahli menyimpulkanbahwa penggunaan pupuk telah menyebabkan hilangnya beberapa jenis ikan di sungai dan danau. Bagaimana ini bisa terjadi? Pupuk yang disebarkan di lahan pertanian tidak semuanya diserap oleh tanaman. Beberapa di antaranya telah dihanyutkan air hingga sampai ke sungai dan danau. Pupuk itu menyuburkan tanaman air seperti eceng gondok hingga pertumbuhannya melampaui batas toleransi. Tanaman ini menyerap oksigen yang dibutuhkan oleh beberapa jenis ikan. Selain itu, eceng gondok yang membusuk menyebabkan air bersifat asam. Beberapa jenis ikan yang tidak sanggup bertahan akan mati dan akhirnya punah.
Itulah beberapa kerusakan flora dan fauna serta hal-hal yang menyebabkannya. Kerusakan itu sesegera mungkin harus kita cegah karena dampaknya akan menimpa kita juga. Apa dampak kerusakan flora dan fauna bagi manusia?

Dampak kerusakan flora dan fauna bagi kehidupan terlihat dari beberapa flora dan fauna telah hilang dari habitatnya. Gajah jawa, harimau jawa dan bali, kini tinggal dongeng belaka. Suatu saat binatang yang saat ini bisa kita lihat, boleh jadi juga tinggal cerita buat anak cucu kita. Beberapa hutan telah habis dibabat berubah menjadi lahan-lahan kritis yang kelak terhanyut dan mendangkalkan sungai-sungai. Karena sudah begitu dangkal, sungai tidak lagi mampu menampung air dan meluaplah banjir menerjang segala yang ada di sekitarnya termasuk manusia. Betapa tragisnya. Berikut ini dampak yang akan terjadi jika flora dan fauna mengalami kerusakan.
a. Ekosistem Tidak Seimbang
Dalam ekosistem terdapat predator (pemangsa) dan yang dimangsa. Jika salah satu dihilangkan, ekosistem menjadi tidak seimbang dan akibatnya sangat merugikan kehidupan. Para ahli pernah mengadakan percobaan dengan membuang spesies predator, yaitu bintang laut jenis pisaster dari sebuah kawasan di pantai Amerika Utara. Di pantai itu terdapat 15 spesies yang hidup. Dalam tempo tiga bulan, udang mirip remis (bernacle) yang merupakan makanan bintang laut berkembang dengan pesat hingga menutupi tiga perempat kawasan itu. Setelah satu tahun, beberapa spesies mulai menghilang hingga tinggal delapan spesies. Dengan hilangnya bintang laut, bernacle mengambil alih permukaan karang sehingga ganggang tidak bisa tumbuh.
b. Kelangkaan Sumber Daya
Flora dan fauna merupakan sumber daya yang dapat dimanfaatkan oleh manusia, contohnya hutan. Hutan menghasilkan berbagai macam hasil hutan yang sangat penting bagi manusia. Mulai dari kayu, daun, bahkan getahnya berguna bagi manusia. Hutan juga mampu menyimpan air yang merupakan kebutuhan vital bagi kehidupan. Jika hutan itu rusak, hilanglah sumber daya yang dihasilkannya. Lebih fatal lagi, persediaan air akan berkurang sehingga air menjadi barang langka.
c. Menurunnya Kualitas Kesehatan
Beberapa flora dan fauna merupakan sumber makanan bagi manusia. Bahkan beberapa di antaranya diusahakan manusia dengan sengaja dalam bentuk budi daya. Beberapa zat polutan dan pestisida dapat tersimpan dalam tubuh flora dan fauna itu. Jika flora dan fauna itu dikonsumsi manusia, zat-zat tersebut akan berpindah ke dalam tubuh manusia. Indikasi dari rusaknya fauna telah terbukti denganmunculnya penyakit yang disebabkan oleh binatang piaraan. Penyakit seperti anthrax (sapi gila), flu burung, dan pes adalah bukti rusaknya fauna. Beberapa fauna juga tidak layak untuk dimakan misalnya kerang yang hidup di perairan yang tercemar. Dari hasil penelitian, kerang menyerap zat logam berat dan menyimpan dalam tubuhnya sehingga sangat berbahaya jika dikonsumsi.
d. Tragedi Lingkungan karena Kerusakan Hutan
Bencana alam yang terjadi akibat kerusakan flora dan fauna sangat sering terjadi. Banjir dan tanah longsor merupakan fenomena yang amat sering kita dengar serta saksikan jika musim hujan tiba. Ini tidak lepas dari akibat kerusakan hutan. Hutan yang telah rusak tidak mampu lagi menahan air hujan sehingga air menghanyutkan tanah. Terjadilah banjir dan tanah longsor. Inilah contoh tragedi lingkungan.
e. Hilangnya Kesuburan Tanah
Unsur utama kesuburan tanah adalah nitrogen (N). Unsur ini terkandung dalam DNA makhluk hidup. Sebagian besar nitrogen yang penting itu, dihasilkan oleh flora dan fauna. Flora seperti kacang polong, buncis, dan kedelai mendorong penguraian nitrogen di dalam tanah. Suatu zat kimia dalam akar tumbuhan tersebut telah memacu pembiakan bakteri rhizobium yang dapat memproduksi nitrogen. Bakteri ini akan membentuk bintil-bintil akar yang menyediakan nitrat bagi tanaman. Beberapa jenis flora lain juga dapat menghasilkan nitrat dengan cara berbeda. Jika flora mengalami kerusakan, pembentukan nitrat akan terganggu sehingga tanah kehilangan produktivitasnya.
f. Putusnya Daur Kehidupan
Inilah dampak yang mengerikan jika flora dan fauna mengalami kerusakan. Semua bentuk kehidupan di Bumi tersusun dari unsur karbon. Karbon ini terus bergerak pada berbagai bagian biosfer dalam bentuk senyawa kimia. Karbon ada dalam tubuh organisme, dalam air, udara, dan di dalam Bumi itu sendiri. Karbon yang ada di atmosfer jika bersenyawa dengan oksigen akan membentuk karbon dioksida (CO2). Senyawa ini diserap tumbuhan dalam proses fotosintesis. Dalam tumbuhan, karbon diubah menjadi karbohidrat. Senyawa ini dibutuhkan manusia dan hewan sebagai sumber energi. Dalam tubuh manusia dan hewan, karbon berbentuk senyawa kalsium karbonat yang terdapat dalam tulang. Jika manusia dan hewan mati, jasadnya akan diuraikan oleh bakteri serta dilepaskan ke udara dalam bentuk CO2. Terulanglah daur karbon melalui tumbuhan. Jika flora dan fauna yang merupakan komponen dalam daur ini mengalami kerusakan, daur karbon akan terputus. Sudah pasti kehidupan akan terganggu. Itulah dampak yang akan terjadi jika flora dan fauna mengalami kerusakan. Sekarang, kamu tahu betapa pentingnya flora dan fauna itu. Karena itulah, menjaga kelestarian flora dan fauna bukan lagi suatu kewajiban tetapi kebutuhan. Kerusakan flora dan fauna pada akhirnya akan merugikan kita juga. Sudah saatnya sejak sekarang, mulai memerhatikan lingkungan dengan kesadaran yang tinggi untuk menjaganya.
Kini tekanan pemanfaatan sumber daya alam didukung teknologi telah begitu serius mengancam kelestarian flora dan fauna. Beberapa jenis flora dan fauna terancam kepunahan menyusul beberapa jenis lainnya yang telah punah duluan. Kepunahan memang bukan gejala baru. Beberapa jenis flora dan fauna telah hilang bersama sejarah Bumi.  Punahnya harimau bali pada tahun 1942, seolah memberi peringatan bahwa jenis lain akan menyusul. Dan benar, selang beberapa tahun kemudian yaitu tahun 1980, harimau jawa juga tinggal dongeng kenangan. Kepunahan ini disebabkan oleh nilai komersial binatang-binatang itu dan rusaknya habitat mereka. Kepunahan ini juga akan menimpa beberapa jenis flora jika tidak ada upaya perlindungan. Di Indonesia memiliki lebih dari 350 kawasan yang dilindungi yang ditetapkan berdasarkan undang-undang Direktorat Konservasi, Direktorat Jenderal Pelestarian Hutan dan Pengawetan Alam (PHPA). Kawasan-kawasan tersebut dikategorikan menjadi taman nasional, cagar perburuan, cagar alam, kawasan perburuan, hutan lindung, dan taman wisata. Berikut ini adalah beberapa kawasan di Indonesia yang telah ditetapkan sebagai kawasan perlindungan beberapa flora dan fauna tertentu dalam bentuk taman nasional (TN) serta daerah perlindungan





Adapun tujuan dari upaya pelestarian hewan dan tumbuhan sebagai berikut :
1.       Menjaga keseimbangan ekosistem agar kehidupan dimuka bumi ini tetap berjalan dengan baik.
2.       Melestarikan keanekaragaman hayati yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat.
3.       Memenuhi kebutuhan masyarakat. Misalnya untuk bahan bangunan, makanan, dan obat- obatan.
4.       Menciptakan lingkungan yang nyaman dan mengurangi pencemaran udara dengan    tumbuhnya berbagai pohon.
5.       Dapat dimanfaatkan sebagai tempat hiburan dengan membuat taman rekreasi  atau kebun binatang.

Lingkungan adalah aset kehidupan yang tidak ternilai harganya. Jika lingkungan itu rusak, hilanglah aset itu dan terancamlah kehidupan kita. Semua itu tidak akan terjadi jika kita peduli terhadap lingkungan. Seharusnya kita sadar bahwa ada hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan. Lingkungan akan memberikan manfaat bagi manusia selama diperlakukan dengan baik. Sebaliknya, jika kita semena-mena terhadap lingkungan, bencanalah yang akan menimpa kita. Flora dan fauna adalah bagian dari lingkungan yang secara menakjubkan telah menjaga ekosistem agar tetap seimbang.







DAFTAR PUSTAKA
Club Etnobotani Indonesia

Wednesday, May 23, 2012

ON this wednesday :)

Selamat siang sodara-sodara..
Siang ini penuh dengan berita buruk, tugas yang tiada henti datang mengalir dan saya akhirnya memutuskan untuk tidak berangkat ke Bromo besok malam dikarenakan kuis Pak Putu yang sangat penting =.=!!
And i dont know what the feeling this day...VERY DISSAPOINTED
semoga sore ini akan jadi lebih baik :)

Wednesday, May 9, 2012

Good night Mr.Galau

Hiya...seperti suasana hati ini, kembali lagi galau...hahaha...kemarenan sempet denger cerita bahagia dari seorang temen yang udah lama banget ga ketemu, dia akhirnya mendapatkan pujaan hatinya yang begitu sempurna menurut dia *tidak untuk saya*...
Simple sebenarnya, menurut saya lelakinya itu pria yang tidak sempurna seperti yang dipikirkannya...lelaki membual...
Ya sudahlah biarkan mereka bersama saja, itu sudah cukup baik :)
Mendengar berita itu, terbisik satu nama ditelinga ini
Tapi bagaimanapun juga namaku hanya akan jadi bagianku dan Tuhan yang mendengar dan semoga menjawab doaku lebih cepat :)
Terkesan memaksa Tuhan , jelas iya
Itu yang ku takutkan selama ini, semoga saja ada pencerahan setelah aku bercerita ya :)
Tersenyumlah
Karena hari ini, ada berita baik di kampus..yippie yee yee yee...KUIS DIDEPAN MATA !!!
T.T
KEMBALILAH KE LAPTOP dan FOKUS PADA BUKU INTERMEDIATEMUUUUUU!!!

Sunday, April 29, 2012

Mengapa kita harus mempelajari SIA? 

Mungkin banyak mahasiswa atau dosen akuntansi berkomentar, “kenapa mahasiswa akuntansi perlu belajar SIA? Itu kan Sistem Informasi, isinya program dan coding-coding nggak jelas, biar anak SI aja lah yang belajar SIA”.

Pernyataan-pernyataan semacam ini sering muncul dari kalangan mahasiswa maupun dosen akuntansi. Lucunya, mahasiswa Sistem Informasi sendiri sering berkomentar bahwa SIA itu berbau akuntansi, jadi menurut mereka mahasiswa akuntansi saja yang belajar SIA. Pertanyaan selanjutnya adalah, sebetulnya SIA itu harus dipelajari siapa?

Mari kita mulai pembahasan ini dari definisi SIA.

Secara singkat, Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu kumpulan struktur dan prosedur berbasis teknologi informasi yang bekerja bersama dengan tujuan untuk mengubah data-data keuangan menjadi informasi keuangan yang berguna bagi stakeholder.

Dalam definisi tersebut terdapat kata kunci Sistem Informasi, yaitu mengubah data menjadi informasi. Kata kunci inilah yang seringkali tidak dipahami oleh orang awam, sehingga mereka salah mengartikan Sistem Informasi dengan pemrograman dan coding-coding rumit. Padahal, mengubah data menjadi informasi adalah fungsi dari database. Artinya, mempelajari Sistem Informasi berarti harus mempelajari database, karena database adalah fondasi utama dari suatu Sistem Informasi.

Pembangunan fondasi Sistem Informasi (baca: database), lebih memerlukan kemampuan analisa dan logika, karena aliran data dalam dunia nyata harus diterjemahkan kedalam aplikasi yang terstruktur dan terstandardisasi. Contohnya,

‘Dalam suatu perusahaan terdapat ribuan karyawan, setiap bulan terdapat karayawan baru dan karyawan resign. Dalam perusahaan itu, seorang supervisor mengawasi beberapa karyawan perusahaan. Supervisor itu juga merupakan karyawan perusahaan tetapi memiliki posisi yang lebih tinggi. Karyawan di perusahaan itu memiliki NIK yang berbeda-beda, gaji yang bervariasi dan tidak bisa dilihat oleh sembarang orang, dan mereka juga berasal dari tempat yang berbeda.’

Disini terlihat bahwa permasalahan bukan terdapat dalam pemrograman atau coding. Permasalahannya adalah, dimana nama-nama karyawan itu akan disimpan, bagaimana menyimpan data supervisor yang berbeda dengan karyawan biasa, bagaimana menarik data supervisor dan karyawan sehingga menjadi informasi ‘siapa membawahi siapa saja’, atau bagaimana menyimpan daftar gaji per karyawan?

Seorang perancang Sistem Informasi harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam ini. Pemrograman dan coding sebetulnya masalah terakhir dalam pembangunan Sistem Informasi secara utuh. Bila diibaratkan, maka perancangan database adalah merancang bentuk dan ukuran bangunan, sedangkan pemrograman dan coding adalah membangun bangunannya.

Inti dari perancangan database terdapat pada Data Flow Diagram, Entity Relationship-Diagram, dan Hukum Normalisasi. Sedangkan bahasa database terbaik saat ini adalah SQL (Structured Query Language). SQL sendiri ada berbagai macam versi, tetapi pada dasarnya, struktur bahasanya mirip.

Fungsi dari SQL ini secara singkatnya adalah, memerintah database untuk memunculkan data sesuai kebutuhan kita sehingga menjadi informasi yang berguna.

Oleh karena itu, mahasiswa SIA harus menguasai fondasi SIA, yaitu perancangan database dan Query.

Setelah mahasiswa bisa melakukan perancangan database, selanjutnya mahasiswa perlu mempelajari pembuatan Sistem Informasi, sehingga pengetahuan mahasiswa mengenai Sistem Informasi akan menjadi lengkap.
REF : Mario Pandapotan Blogspot

SISTIM INFORMASI AKUNTANSI - PENDAPATAN


PENDAPATAN
TUGAS DIVISI :
1.    Konsumen
  • Menikmati hasil barang atau produk dari perusahaan yang dapat memenuhi kebutuhannya atau pun keinginannya.
  • Memberikan barang yang ingin di retur kepada perusahaan sehingga konsumen  mendapat barang yang baru.
  • Membayar barang yang telah dibeli
2.    Bagian Kasir
  •  Membuat Surat Retur Penjualan dari transaksi Tunai dan kredit
  • Membuat Surat Pernyataan Piutang  angkap 3, yang akan diberikan kepada pimpinan untuk di tanda tangan, untuk akuntan sebagai dasar dari pembuatan laporan keuangan, dan untuk arsip. 
  •  Membuat nota pembayaran untuk konsumen
  • Menerima barang yang akan di retur dari konsumen, lalu diberikan kepada bagian gudang
3.    Akuntan
  • Melakukan pencatatan dari transaksi yang telah dilakukan (transaksi pembayaran, retur, dan pengeluaran barang dari gudang)
  • Membuat laporan keuangan
4.    Bagian Gudang
  •  Mengecek stock barang di gudang 
  •  Menukar barang dari konsumen serta membuat Surat pengeluaran barang
5.    Pimpinan
  • Menerima Laporan Keuangan dan menyimpannya sebagai arsip
  •  Menandatangani Surat Persetujuan Piutang untuk diberikan kepada konsumen
FLOWCHART :
 

SISTIM INFORMASI AKUNTANSI - PROSEDUR PERMINTAAN DAN PENJUALAN BARANG DI GUDANG

PERMINTAAN DAN PENJUALAN BARANG DI GUDANG

TUGAS DIVISI :

Bagian Penjualan:
1. Membuat surat permintaan daftar barang di gudang
2. Membuat surat permintaan barang dari gudang

Bagian gudang
1. Membuat daftar barang dan menyerahkan ke bagian penjualan
2. Menyiapkan barang yang diminta bagian penjualan
3. Melakukan pencatatan barang keluar
4. Membuat surat pengantar barang
5. Membuat laporan pengeluaran barang

Manajer Penjualan
1. Menerima surat permintaan barang di gudang
2. Mengesahkan surat permintaan barang di gudang

Bagian Akuntan
1. Menerima laporan pengeluaran barang

Pencatatan Harga Pokok Persediaan yang dibeli
Departemen Persediaan
1. Membuat Surat Permohonan Permintaan Bahan
2. Menyerahkan Surat Permohonan Permintaan Bahan ke bagian pembelian


Departemen Pembelian
1. Membuat surat permintaan penawaran harga barang
2. Menyerahkan ke supplier
3. Melakukan perbandingan harga
4. Membuat Surat Pemesanan Barang
5. Membuat daftar harga barang yang dibeli dan menyerahkan ke bagian pengendalian produksi

Supplier
1. Menerima surat Pemesanan Barang
2. Menyiapkan barang

Pengendalian Produksi
1. Menerima daftar harga barang yang dibeli
2. Melakukan pencatatan biaya produksi dan membuat daftar biaya
3. Menyerahkan daftar biaya produksi ke bagian akuntan biaya

Akuntan Biaya
1. Menerima daftar biaya produksi dan melakukan perhitungan Harga Pokok Produksi

Prosedur Pencatatan Barang yang dijual
1. Melakukan klasifikasi direct dan indirect cost
2. Membuat daftar direct and indirect cost, menyerahkan ke bagian akuntan biaya
3. Membuat data harga pokok produksi
4. Membuat perkiraan harga jual
5. Melakukan perhitungan laba/rugi
6. Membuat laporan anggaran produksi dan estimasi penjualan
7. Menyerahkan Laporan ke manajer penjualan untuk disetujui
8. Memeriksa laporan
9. Menganalisa pasar
10. Menentukan harga pokok barang yang dijual

Prosedur Pencatatan Barang Jadi
Departemen Persediaan
1. Membuat laporan persediaan bahan
2.Menyiapkan bahan
3. Melakukan pencatatan pengeluaran persediaan bahan
4. Mengirimkan bahan ke bagian produksi

Departemen Produksi
1. Membuat surat permohonan bahan
2. Menyerahkan surat permohonan bahan ke bagian pengendalian produksi
3. Menerima surat perintah produksi dari pengendalian produksi
4. Melakukan produksi sesuai dengan surat perintah produksi
5. Membuat laporan produksi barang
6. Memindahkan barang ke gudang

Pengendalian Produksi
1. Memeriksa ketersediaan bahan berdasarkan laporan persediaan bahan
2. Mengesahkan surat permohonan bahan dan menyerahkan ke departemen persediaan
3. Membuat surat perintah produksi dan menyerahkan ke bagian produksi
Bagian gudang
1. Melakukan pencatatan penerimaan barang jadi
2. Membuat laporan persediaan dan menyerahkan ke bagian akuntansi

Bagian akuntansi
1. Membuat laporan produksi barang

FLOWCHART : 









Friday, April 27, 2012

SISTIM INFORMASI AKUNTANSI - PEMBELIAN


PEMBELIAN
TUGAS DIVISI :
Gudang
  • Melakukan pengecekkan barang yang akan dibeli dan membuat surat  permohonan pembelian.
  • Bagian gudang akan melakukan penyimpanan barang dan mencatat barang yang masuk dan keluar dari gudang sehingga dapat mencatat jumlah persediaan perusahaan.
  • Mengesahkan Laporan penerimaan barang beserta faktur apabila sesuai dengan jumlah barang yang diterima dan memberikannya ke bagian akuntansi.

Bagian pembelian:
  • Menerima surat permohonan pembelian dari gudang
  • memilih pemasok dan membuat perjanjian syarat pembelian dan pengirimannya. 
  • Departemen pembelian bertugas membatalkan permintaan pembelian apabila anggaran tidak mencukupi, kurang otorisasi, atau alasan-alasan lain.
  • Bagian pembelian juga bertugas untuk memilih pemasok (melakukan perbandingan harga) dengan membuat SPPH (Surat Permintaan Penawaran Harga), menerima SPH dari pemasok dan melakukan persetujuan sistem pembayaran,harga,dll.
  • Kemudian menyajikan dan mendistribusikan order pembelian untuk permintaan yang dibuat.
  • Memberikan rangkapan SOP (Surat Order Pembelian) kepada gudang unuk memverifikasi kebenaran order pembelian sesuai dengan kebutuhan dalam permintaan pembelian) dan pemasok untuk melakukan pembelian kepada pemasok.
Pemasok
  • Menerima SPPH (Surat Permintaan Penawaran Harga) dan membuat SPH (Surat Penawaran Harga).
  • Menerima SOP (Surat Order Pembelian) dan menyiapkan barang, faktur, dan surat pengantar. Melakukan pengiriman barang.

Bagian Penerimaan
  • Membuat laporan penerimaan barang berdasarkan SOP (Surat Order Pembelian), kemudian menerima barang yang dikirim oleh pemasok dan melakukan pengecekkan berdasarkan faktur, Laporan Penerimaan Barang, dan SOP (Surat Order Pembelian).
  • Menandatangani faktur dan membuat laporan penerimaan barang untuk bagian gudang dan satu disimpan sebagai arsip.
  • Memindahkan barang yang diterima ke bagian gudang beserta LPB (Laporan Penerimaan Barang) dan faktur. 

Bagian akuntansi
  • Melakukan pembayaran dan pencatatan transaksi yang terjadi dalam perusahaan. Dalam pembelian kredit mencatat piutang dan membuat pembukan (laporan keuangan) dan memberikan ke pimpinan untuk diperiksa dan disahkan.
  • Bagian akuntansi memiliki beberapa bagian yang khusus menangani dalam hal pengeluaran kas, bagian utang dan piutang, dan bagian pembukuan.
  • Dalam hal pembelian dilakukan secara tunai maka akan melibatkan pihak akuntansi bagian pengeluaran kas dan bagian pembukuan, sedangkan pada pembelian kredit melibatkan bagian utang dan bagian pembukuan.  
Pimpinan
  • Melakukan pemeriksaan laporan keuangan dan mengesahkan laporan keuangan. 
Delivery Order
  • Melakukan pendistribusian barang dari pemasok ke Pembeli beserta dengan faktur dan Surat Pengantar.
FLOWCHART PEMBELIAN