Tuesday, December 18, 2012

ARTIKEL ANALISIS INVESTASI DAN MANAJEMEN PORTOFOLIO. ( REVIEW JOURNAL FROM SUKARNO,2007)

PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL SAHAM MENGGUNAKAN MODEL INDEKS TUNGGAL
Adevi Sabath Sofani
121010001
Blog : adevisofani.blogspot.com
Program studi Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Ma Chung Malang
2012
 

ABSTRACT
Rational investor will invest their funds in efficient stock which provides high expected return with minimum risk. This research covers securities which have liquid in terms of trading frequency and give dividend yield for three years. The main purposes of this research are to ascertain the optimal portfolio and the differences of return and risk portfolio candidates with non-candidates.
This research results showed that there were fourteen stocks of portfolio candidates from thirty-three stocks researched with the cut-off-rate (C*) of 0.0165. And three of fourteen stocks which have the biggest excess return to beta (ERB) make up the optimum portfolio: Astra International Inc. (AALI) and Perusahaan Gas Negara (PGAS) with excess return to beta (ERB) of 0,86% and 0,37% respectively. The optimum portfolio comprises 48, 54% far AALI and 51,46% for PGAS stock with a return portfolio of 0,072%, portfolio risk of 0,196% and excess return to beta portfolio of 0,61%.
In conclusion, rational investors will invest their funds in optimum portfolio comprises AALI and PGAS stocks because that stocks become a portfolio candidates in different period for consistently. Empirical evidence indicates a significant difference in return of fourteen stocks as portfolio candidates with nineteen stocks as portfolio non-candidates. The fourteen stocks candidates have higher mean of return (24,43) than the nineteen stocks non-candidates (11,53).

Keywords: Single Index Model, portfolio candidates, optimal portfolio, expected return, excess return to beta, cut-off-rate.

1. PENDAHULUAN
Investasi merupakan suatu bentuk penanaman modal baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan berinvestasi maka para investor berharap mendapatkan keuntungan atau manfaat lain dari hasil investasi tersebut. Pembelian efek atau surat berharga di pasar modal melalui bursa efek merupakan salah satu cara dalam berinvestasi yang dapat menjadi pilihan bagi para investor. Pasar modal merupakan salah satu penggerak perekonomian negara karena pasar modal merupakan sarana pembentuk modal dan akumulasi dana masyarakat untuk menunjang biaya pembangunan. Pasar modal memiliki daya tarik tersendiri karena dengan berinvestasi di pasar modal akan memungkinkan para investor memiliki berbagai pilihan investasi sesuai dengan preferensi risiko masing-masing. Selain itu, pasar modal memiliki kelebihan pada likuiditas dalam pilihan investasinya, contohnya saja investor dapat melakukan investasi hari ini pada industri sektor keuangan lalu keesokkan harinya melakukan investasi pada industri sektor perdagangan dan jasa. Hal tersebut tidak mungkin dapat dilakukan apabila investor berinvestasi pada real assets. Peran investor sendiri sangat penting dalam proses berlangsungnya kehidupan perusahaan. Semakin besar investor menginvestasikan dananya dalam bentuk saham perusahaan, maka semakin besar pula peluang perusahaan untuk berkembang dan meraih pasar. Selain itu, semakin besar investor  mengivestasikan dananya maka semakin besar pula keuntungan yang akan diperoleh oleh investor dan risiko yang akan diperolehnya.
Hal terpenting dalam kaitannya dengan investasi adalah sikap investor untuk memilih dimana akan menginvestasikan dananya.  Agar dapat meminimalkan risiko dalam investasi saham di pasar modal, investor dapat melakukan portofolio (diversifikasi) saham yaitu dengan melakukan investasi pada banyak saham sehingga risiko kerugian pada satu saham dapat ditutup dengan keuntungan pada saham lainnya. Untuk mengetahui saham mana yang memiliki tingkat keuntungan yang tinggi dengan risiko tertentu serta bagaimana meminimalkan risiko tersebut maka perlu dilakukan analisis portofolio terlebih dahulu agar dapat membantu investor dalam mengambil keputusan dan menentukan portofolio mana yang paling efisien yang mempunyai return (tingkat keuntungan) yang diharapkan besar dengan risiko tertentu, atau yang mempunyai risiko terkecil dengan return yang diharapkan dari portofolio yang dibentuk. Masalah yang sering terjadi adalah ketika investor berhadapan dengan ketidakpastian saat harus memilih saham-saham untuk dibentuk menjadi portofolio pilihannya. Tentu jawaban singkat atas pertanyaan tersebut adalah tergantung preferensi risiko para investor itu sendiri. Investor berhadapan dengan banyak kombinasi saham portofolio dan harus mengambil keputusan portofolio mana yang akan dipilih oleh investor. Seorang investor yang rasional tentu akan memilih portofolio yang optimal (Jogianto,2003). Untuk membentuk portofolio yang optimal, investor harus menentukan portofolio yang efisien terlebih dahulu.
Portofolio yang efisien adalah portofolio yang menghasilkan tingkat keuntungan tertentu dengan risiko terendah atau risiko tertentu dengan tingkat keuntungan tertinggi (Husnan, 1998). Sedangkan portofolio optimal merupakan portofolio yang dipilih oleh investor dari sekian banyak pilihan yang ada pada kumpulan portofolio yang efisien (Tandelilin, 2001). Untuk menganalisis portofolio, diperlukan sejumlah prosedur perhitungan melalui sejumlah data sebagai input tentang struktur portofolio. Salah satu teknik analisa portofolio optimal yang dilakukan oleh Elton dan Gruber (1995), adalah menggunakan model indeks tunggal. Analisis atas sekuritas dilakukan dengan membandingkan excess return to beta (ERB) dengan Cut-off rate-nya (Ci) dari masing-masing saham. Saham yang memiliki ERB lebih besar dari Ci dijadikan kandidat portofolio, sedang sebaliknya yaitu Ci lebih besar dari ERB tidak diikutkan dalam portofolio.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka investor yang rasional akan menginvestaikan dananya dengan memilih saham yang efisien, yang memberikan return maksimal dengan risiko tertentu, atau return tertentu dengan risiko minimal. Untuk menghindari atau memperkecil risiko, investor melakukan strategi diversifikasi atas investainya dengan membentuk portofolio optimal saham yang terdiri atas saham yang efisien.


2. LANDASAN TEORI
Teori portofolio menggunakan asumsi bahwa pasar modal adalah efisien (efficient market hypothesis). Pasar modal efisien artinya bahwa saham merefleksikan secara menyeluruh semua informasi yang ada di bursa (Reilly and Brown, 2003).
Return Portofolio saham merupakan hasil atau keuntungan yang diperoleh investor dari setiap alternatif investasi, dan dapat berasal dari:
1. Yield adalah return yang merupakan komponen dasar dari suatu investasi, berupa cash flow yang diterima secara periodik dan biasanya disebut dividen. Besarnya yield bisa positif, nol atau negatif.
2. Capital Gain atau capital loss adalah return yang diperoleh investor yang berasal dari perubahan harga aset-aset yang dipegangnya. Apabila perubahan harga tersebut positif maka disebut capital gain, sedangkan bila perubahan harga tersebut negatif disebut capital loss.
Risiko adalah kerugian yang dihadapi oleh para investor (Fabozzi, 1995). Risiko merupakan kemungkinan terjadinya peristiwa yang tidak menguntungkan (Brigham and Weston, 1990). Risiko juga didefinisikan sebagai kemungkinan penyimpangan atau variabilitas actual return suatu investasi dengan expected return (Elton dan Gruber, 1995).
Tujuan investor dalam berinvestasi adalah memaksimalkan return, tanpa melupakan faktor resiko investasi yang harus dihadapinya. Return merupakan salah satu faktor yang memotivasi investor berinvestasi dan merupakan imbalan atas keberanian investor menanggunnng resiko investasi yang dilakukan. Hubungan tingkat resiko dan return yang diharapkan merupakan hubungan yang bersifat searah dan linier. Artinya semakin besar risiko suatu aset, semakin besar pula return yang diharapkan atas aset tersebut, demikian sebaliknya. Berikut merupakan kurva hubungan risiko dengan return yang diharapkan pada berbagai jenis aset yang dapat dijadikan alternatif investasi.
Model Indeks Tunggal dalam pembentukan portofolio sebagai salah satu metode pengukuran kinerja portofolio menurut Elton dan Gruber (1995) adalah pengukuran dengan suatu parameter yang dikaitkan dengan tingkat risiko (one parameter performance measure) seperti The Treynor Ratio, The Jensen Ratio dan The Sharpe Ratio. Model indeks tunggal memiliki kesamaan dengan The Treynor Ratio yang mengukur kinerja portofolio berdasarkan besarnya return premium yang dihasilkan oleh tiap unit risiko sistematis yang diukur dengan beta.
Salah satu prosedur penentuan portofolio optimal adalah model indeks tunggal. Metode indeks tunggal menjelaskan hubungan antara return dari setiap sekuritas individual dengan return pasar. Konsep penghitungannya didasarkan pada model perhitungan Elton dan Gruber (1995) yaitu dengan cara menentukan ranking (urutan) saham-saham yang memiliki ERB tertinggi ke ERB yang lebih rendah. Pemeringkatan bertujuan untuk mengetahui kelebihan return saham terhadap return bebas risiko per unit risiko. Saham-saham yang mempunyai excess return to beta (ERB) sama dengan atau lebih besar dari cut-off-point (C*) merupakan kandidat dalam pembentukan portofolio optimal. Bawasir dan Sitanggang (1994) menjelaskan bahwa metode indeks tunggal dapat digunakan dalam penentuan portofolio optimal dengan cara membandingkan excess return to beta (ERB) dengan cut-off-rate (Ci). Excess return to beta (ERB) merupakan kelebihan return saham atas return aset bebas risiko (risk free rate) yang disebut dengan return premium per unit risiko yang diukur dengan beta. Cut-off-rate (Ci) merupakan hasil bagi varian pasar dan return premium terhadap variance error saham dengan varian pasar pada sensitivitas saham individual terhadap variance error saham.

3. PENELITIAN TERDAHULU
Penelitian Indrawati (2005) juga menggunakan model indeks tunggal untuk membentuk portofolio yang efisien, yaitu portofolio yang terdiri dari saham-saham teraktif yang dibagi dalam dua periode dan mempunyai Excess Return to Beta tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara nilai beta dengan frekuensi keaktifan saham tidak menunjukkan hubungan searah (negatif). Hal ini berarti nilai beta yang besar tidak selalu menunjukkan frekuensi perdagangan saham tersebut tinggi atau sebaliknya.
Hasil penelitian Wahyudi dan Hartini (2000) yang menggunakan model indeks tunggal dengan membentuk indeks pasar sendiri (securities selection) menyatakan bahwa terdapat hubungan positif antara beta dengan return saham. Hasil penelitian juga menyatakan bahwa terdapat korelasi positif antara excess return to beta saham dengan return rata-rata saham di masa mendatang dan hal ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Indrawati. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa analisis portofolio dengan cara membandingkan antara excess return to beta dengan cut-off-point terbukti dapat diterapkan di Indonesia walaupun dalam kondisi krisis jika pembentukan indeks pasar dengan selection
portfolio sudah tepat.
Bawasir dan Sitanggang (1994) menggunakan Cut-off Rate dalam memilih saham untuk membentuk portofolio optimal dengan batas efisiensi C*. Penelitian memfokuskan pada pengujian perbedaan pilihan portofolio antara investor domestik dengan investor asing. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara investor domestik dengan investor asing dalam pemilihan saham pembentuk portofolio optimal. Investor domestik dan investor asing tidak memilih saham dalam batas efisisen C* untuk membentuk portofolio. Rasionalitas investor dilihat dari cara mereka menentukaan portofolio optimal, yang dipengaruhi oleh preferensi investor terhadap return dan risiko.
Sudana dan Janiarti (2000) meneliti tentang pengaruh ukuran portofolio terhadap tingkat diversifikasi saham, membandingkan antara portofolio saham dalam satu industri dengan portofolio saham beragam industri dengan model indeks tunggal. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi diversifikasi pada portofolio saham satu industri tidak berpengaruh secara signifikan. Demikian pula portofolio saham beragam industri tidak terpengaruh oleh diversifikasi, kecuali portofolio 8 saham. Terdapat perbedaan yang signifikan antara portofolio saham dalam satu industri dengan beragam industri.
Musnadi, Muhammad dan Sulaiman (2001) menganalisis manfaat diversifikasi portofolio saham antar industri di BEJ berdasarkan pada besarnya koefisien korelasi return antar saham. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa diversifikasi saham antar industri di BEJ memberikan manfaat yang signifikan bagi investor. Risiko yang ditanggung investor menurun 0% - 12% apabila investor melakukan investasi saham di berbagai industri.
Irwin dan Landa (2000) menggunakan teori portofolio untuk menentukan proporsi dana yang paling efisien jika investor ingin berinvestasi pada real estate, future dan gold. Dalam penelitian ini juga dapat diketahui pengaruh banyaknya instrumen investasi terhadap kinerja portofolio yang dibentuk dengan menambahkan satu instrumen investasi berupa Bill, Bond dan Stock.

4. METODA PENELITIAN
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif yang didasarkan atas survey terhadap objek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) selama periode pengamatan 2004-2006 berjumlah 339 perusahaan. Pemilihan sampel data dilakukan secara purposive sampling. Sampel dari penelitian ini adalah saham perusahaan terdaftar dan aktif diperdagangkan di BEJ selama tahun 2004-2006, perusahaan yang selalu membagi dividen selama periode tahun 2004-2006, dan perusahaan yang sahamnya tidak mengalami stock split, right issue, reverse stock, dan saham baru listing.  Penelitian ini menggunakan data harga penutupan saham (closed price)pada setiap akhir bulan periode tahun 2004-2006. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dari sumber terpercaya yaitu PT Bursa Efek Jakarta (BEJ/ Pojok BEJ), JSX Monthly Statistics, Indonesia Capital Market Directory (ICMD) serta berbagai literatur untuk penggunaan hasil penelitian yang dibutuhkan.


5. TEKNIK ANALISIS DATA
Analisis data dilakukan dengan menggunakan model indeks tunggal untuk menentukan set portofolio efisien. Langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menentukan portofolio efisien dengan model indeks tunggal adalah sebagai berikut.
1.      Mendeskripsikan perkembangan harga saham, IHSG dan SBI.
2.      Menghitung realized return, expected return, standar deviasi dan varian dari masing-masing saham individual, IHSG dan SBI.
3.      Menghitung beta, alpha dan variance error masing-masing saham
individual.
4.      Menghitung nilai excess return to beta (ERB) masing-masing saham. Nilai ERB diperlukan sebagai dasar penentuan saham yang menjadi kandidat portofolio. Nilai ERB yang diperoleh diurutkan dari nilai yang terbesar ke nilai yang terkecil. Saham-saham dengan nilai ERB lebih besar atau sama dengan nilai ERB di titik C* merupakan kandidat portofolio optimal.
5.      Menghitung nilai Ci. Nilai Ci adalah nilai C untuk saham ke-i yang dihitung dari akumulasi nilai-nilai A1 sampai dengan Ai dan nilai-nilai B1 sampai dengan Bi. Nilai Ci merupakan hasil bagi varian pasar terhadap kelebihan pengembalian lebih besar dari pada RFR terhadap variance error saham dengan varian pasar pada sensitivitas saham individual terhadap variance error saham.
6.      Mencari nilai C*. Besarnya C* adalah nilai Ci yang terbesar. Saham-saham yang membentuk portofolio efisien adalah saham-saham yang mempunyai ERB lebih besar atau sama dengan ERB di titik C*.
7.      Menentukan proporsi dana yang akan diinvestasikan dalam portofolio efisien.
8.      Menentukan korelasi dan covariance saham-saham pembentuk portofolio.
9.      Menghitung expected return, standar deviasi dan varian dari portofolio.




6. PENGUKURAN VARIABEL
a.  Realized Return (Rt) adalah persentase perubahan harga penutupan saham A pada bulan ke t dikurangi harga penutupan saham A pada hari ke t-1 kemudian hasilnya dibagi dengan harga penutupan saham A pada hari ke t-1.
 
b.  Tingkat keuntungan yang diharapkan atau expected return tiap saham individual merupakan persentase rata-rata realized return saham i dibagi jumlah realized return saham i.
c. Standar Deviasi (SD) digunakan untuk mengukur risiko dari realized return, yang dapat dihitung dengan proram excel menggunakan rumus STDEV.
d.  Variance digunakan untuk mengukur risiko expected return saham i. Variance dapat dihitung dengan cara, yaitu mengkuadratkan standar deviasi atau dihitung dengan program excel menggunakan rumus VAR atau menggunakan rumus sebagai berikut.
e. Beta adalah risiko untuk dari saham individual, menghitung keserongan (slope) realized return suatu saham dengan realized return pasar (IHSG) dalam periode tertentu. Beta digunakan untuk menghitung excess return to beta (ERB) dan Bj yang diperlukan untuk menghitung Cut-Off Point (Ci).
f. Excess Return to Beta (ERB) digunakan untuk mengukur return premium saham relatif terhadap satu unit risiko yang tidak dapat didiversifikasikan yang diukur dengan Beta. ERB menunjukkan hubungan antara return dan risiko yang merupakan faktor penentu investasi
g.  Nilai Ai dihitung untuk mendapatkan nilai Aj dan Bi dihitung untuk mendapatkan nilai Bj, keduanya diperlukan untuk menghitung Ci. Penentuan nilai Ai dan Bi untuk masing saham ke-i sebagai berikut
h. Titik Pembatas (Ci) merupakan nilai C untuk saham ke-i yang dihitung dari akumulasi nilai-nilai A1 sampai dengan Ai dan nilai-nilai B1 sampai dengan Bi. Nilai Ci merupakan hasil bagi varian pasar dan return premium terhadap variance error saham dengan varian pasar dan sensitivitas saham individual terhadap variance error saham.
i. Persentase proporsi dana (Wi) masing-masing saham pembentuk portofolio optimal dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut.
j. Correlation atau koefisien korelasi antar saham merupakan perbandingan perhitungan realized return saham A dengan perhitungan realized return saham B dalam suatu periode tertentu. Koefisien korelasi antar dua kelompok data tersebut dihitung dengan program Excel menggunakan rumus Correl atau dengan rumus sebagai berikut.

7. PENGUJIAN HIPOTESIS
Dalam penelitian agar mengetahui perbedaan secara statistik return dan risiko antara saham yang masuk kriteria portofolio, maka dilakukan pengujian hipotesis. Sebelum melakukan uji hipotesis dilakukan uji normalitas data terlebih dahulu dengan menggunakan One-Sample Kolmogrov-Smirnov Test. Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui distribusi data yang digunakan dalam penelitian. Distribusi data penelitian dikatakan normal apabila nilai signifikansi yang dihasilkan lebih besar dari 5%. Apabila nilai signifikansi yang dihasilkan lebih kecil dari 5% berarti distribusi tidak normal. Berdasarkan hasil uji normalitas ditentukan alat uji hipotesis yang akan digunakan. Pengujian dilakukan dengan cara mengelompokkan rata-rata return dan risiko saham menjadi dua, yaitu saham yang masuk dalam kandidat portofolio dan saham yang tidak masuk kandidat portofolio. Setelah itu nilai rata-rata kedua kelompok tersebut  dibandingkan dan dilakukan pengujian dengan kriteria pengujian yang didasarkan pada tingkat signifikansi yang dihasilkan dari output program SPSS versi 14.0. Tingkat signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 5% sesuai dengan sumber data sekunder yang digunakan.
Hipotesis 1. Ho: μ0 = μ1, berarti tidak ada perbedaan antara return saham yang masuk kandidat portofolio dengan return saham yang tidak masuk kandidat portofolio. Hi: μ0 ≠ μ1, berarti ada perbedaan antara return saham yang masuk kandidat portofolio dengan return saham yang tidak masuk kandidat portofolio.
Hipotesis 2. Ho: μ0 = μ1, berarti tidak ada perbedaan antara risiko saham antara saham yang masuk kandidat portofolio dengan return saham yang tidak masuk kandidat portofolio. Hi: μ0 ≠ μ1, berarti ada perbedaan antara risiko saham antara saham yang masuk kandidat portofolio dengan return saham yang tidak masuk kandidat portofolio.
Jika probabilitas ≤ 0,05, maka terdapat perbedaan pada return dan risiko saham yang masuk kandidat dan yang tidak masuk kandidat portofolio. Namun jika probabilitas ≥ 0,05, maka tidak ada perbedaan yang bermakna return dan risiko saham yang masuk kandidat dengan yang tidak masuk kandidat portofolio. Melalui pengujian hipotesis yang telah dilakukan disimpulkan bahwa terdapat perbedaan return antara saham yang masuk kandidat dengan yang tidak masuk kandidat portofolio. Selain itu, tidak terdapat perbedaan risiko antara saham yang masuk kandidat dengan yang tidak masuk kandidat.

8. HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian yang dilakukan dengan sampel sebanyak 33 saham selama periode tahun 2004-2006 dengan menggunakan model indeks tunggal diperoleh 14 saham kandidat portofolio. Nilai cut-off point yang diperoleh adalah sebesar C* = 0,0241 dengan nilai excess return to beta (ERB) = 0,0165%. Dari perhitungan expected return 33 saham diperoleh hasil sebagai berikut.
a.       Saham dengan expected return tertinggi
E(Ri) CTRS = 0,27 %
E(Ri) UNVR = 0,26 %
E(Ri) AUTO = 0,25 %

b.      Saham dengan expected return terendah
E(Ri) GGRM = -0,008 %
E(Ri) TRST = -0,012 %
E(Ri) TBLA = -0,017 %
c.       Saham dengan risiko tertinggi
SD CTRS = 1,69 %
SD UNVR = 1,59 %
SD AUTO = 1,56 %
d.      Saham dengan risiko terendah
SD ASIII = 0,09 %
SD HMSP = 0,08 %
SD TRST = 0,07 %
e.       Saham dengan ERB tertinggi
ERB AALI = 0,86 %
ERB PGAS = 0,37 %
ERB BLTA = 0,26 %
f.       Saham dengan ERB terendah
ERB GGRM = -0,022 %
ERB HEXA = -0,042 %
ERB AUTO = -0,175 %
Dalam penelitian ini, portofolio optimal dibentuk oleh saham PGAS dan AALI yang mempunyai nilai ERB antar waktu terbesar dan stabil, yaitu nilai ERB AALI = 0,86 % dan nilai ERB PGAS = 0,37 %. Proporsi dana atau komposisi kedua saham pembetuk portofolio optimal adalah sebesar 48,54 % untuk saham AALI dan 51,46% untuk saham PGAS. Expected return portofolio sebesar E(Rp) = 0,072 % dengan tingkat risiko sebesar (σp) = 0,196 % dan nilai excess return to beta sebesar ERBp = 0,61 %. Dalam membentuk portofolio optimal harus diperhatikan koefisien korelasi return antar saham yang membentuk portofolio. Koefisien korelasi antara saham PGAS-AALI adalah sebesar 0,08966. Oleh karena koefisien korelasi antara kedua saham tersebut sangat kecil berarti return antar saham mempunyai kecenderungan perubahan berlawanan arah pada periode waktu yang sama. Dengan demikian, pembentukan portofolio yang terdiri dari kedua saham tersebut sangat efektif mengurangi risiko. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian Musnadi, Muhammad dan Sulaiman (2000) yang menyatakan bahwa diversifikasi saham antar industri di BEJ memberikan manfaat yang signifikan kepada investor karena risiko menurun apabila korelasi antar saham pembentuk portofolio rendah.
Untuk mengetahui bahwa portofolio yang terdiri dari saham AALI dan saham PGAS benar-benar optimal, maka perlu dihitung ERB tiap saham dengan menggunakan basis periode per tahun. Hasil perhitungan ERB yang sudah diurutkan (diperingkat) dari nilai ERB terbesar ke nilai ERB terkecil kemudian  dibandingkan dengan ranking ERB tiap saham kandidat yang dihitung menggunakan basis periode tiga tahun. Hal ini dilakukan untuk melihat konsistensi nilai ERB saham pembentuk portofolio yang dihitung dengan basis periode berbeda. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa untuk tiap basis periode waktu nilai ERB tiap saham mengalami perubahan sehingga saham yang menjadi kandidat portofolio juga mengalami perubahan. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi harga saham antar waktu yang menyebabkan perbedaan return saham antar waktu dan selanjutnya menjadikan perbedaan koefisien beta antar waktu. Beta saham yang tidak stabil tersebut akan mempengaruhi nilai ERB tiap saham yang menjadi faktor penentu kandidat portofolio. Hasil perhitungan menggunakan model indeks tunggal dengan basis periode per tahun untuk tahun 2004 diperoleh 7 saham kandidat. Posisi nilai ERB untuk saham AALI berada pada peringkat pertama dan ERB saham PGAS diperingkat kedua. Pada tahun 2005 hanya saham PGAS yang menjadi kandidat portofolio. Sedangkan pada tahun 2006 diperoleh 14 saham kandidat dengan posisi nilai ERB saham AALI pada peringkat pertama dan PGAS pada peringkat kelima. Hal ini menunjukkan bahwa saham AALI dan PGAS merupakan saham paling efisien dengan nilai ERB antar waktu yang tinggi dan stabil Jadi pemilihan saham dalam pembentukan portofolio optimal berdasarkan nilai ERB terbesar sangat tepat digunakan walaupun dengan basis periode waktu yang berbeda.


9. KONTROVERSI
Dalam pembentukan portofolio, koefisien korelasi merupakan salah satu variabel penting. Dalam membentuk portofolio optimal harus diperhatikan koefisien korelasi return antar saham yang membentuk portofolio. Koefisien korelasi mencerminkan kecenderungan perubahan return dan keeratan hubungan return antar saham. Pada penelitian Sukarno (2006) yang telah di review oleh penulis, koefisien korelasi antara saham PGAS-AALI adalah sebesar 0,08966. Oleh karena koefisien korelasi antara kedua saham tersebut sangat kecil berarti return antar saham mempunyai kecenderungan perubahan berlawanan arah pada periode waktu yang sama. Dengan demikian, pembentukan portofolio yang terdiri dari kedua saham tersebut sangat efektif mengurangi risiko. Diversifikasi yang dilakukan berhasil menurunkan risiko dilihat dari risiko portofolio yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan risiko individual saham. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa faktor penting dalam diversifikasi portofolio adalah korelasi yang rendah antar return aset pembentuk portofolio. Semakin rendah koefisien korelasi maka semakin besar pula potensi manfaat dari diversifikasi tersebut. Sedangkan pada penelitian Jatniko (2010) tentang pembentukan portofolio saham pada lima perusahaan plantation terbentuk 3 (dari 5 perusahaan) perusahaan yang memiliki nilai koefisien korelasi dibawah 0,5. Hal ini menunjukkan kecenderungan kenaikan atau penurunan tingkat keuntungan antar saham tidak memiliki hubungan yang kuat.
Nilai excess return to beta (ERB) mencerminkan besarnya return premium yang dapat dihasilkan oleh suatu saham relatif terhadap satu unit risiko yang tidak dapat didiversifikasikan yang diukur dengan beta. Beta mencerminkan volatilitas return suatu saham terhadap return pasar, mengukur systematic risk dari suatu saham relatif terhadap risiko pasar. Dengan demikian berarti masing-masing saham memiliki kepekaan yang berbeda terhadap perubahan pasar. Semakin besar koefisien beta saham berarti semakin peka terhadap perubahan pasar dan disebut sebagai saham yang agresif. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sukarno dan Jatniko memilih saham yang memiliki nilai ERB tertinggi yang juga mengindikasikan bahwa saham dengan ERB tertinggi merupakan saham yang paling efisien. Pada kedua penelitian diatas, urutan saham dengan ERB tertinggi memiliki total aset yang tinggi. Perusahaan yang memiliki aset rendah, sahamnya tidak akan masuk pada kandidat portofolio optimal.

10. PENUTUP
Kesimpulan
Penggunaan metode indeks tunggal untuk menentukan portofolio efisien berdasarkan besarnya nilai cut-of-point dan excess return to beta mempunyai kelebihan karena mempertimbangkan juga systematic risk saham yang diukur dengan beta. Saham yang mempunyai koefisien beta antar waktu relatif stabil berarti mempunyai nilai excess return to beta yang relatif stabil juga. Oleh karena itu investor perlu membandingkan nilai excess return to beta tiap saham kandidat dengan basis periode waktu yang berbeda.
Investasi pada saham selalu mengandung unsur risiko, baik unsystematic risk maupun systematic risk. Unsystematic risk dapat dihindari investor melalui diversifikasi, yaitu dengan membentuk portofolio. Sedangkan systematic risk dapat dihindari investor dengan memilih saham-saham yang mempunyai nilai excess return to beta yang besar. Informasi nilai beta dan nilai excess return to beta dapat dimanfaatkan untuk mempertimbangkan alternatif investasi dan mengoptimalkan penyusunan portofolio saham.
“ Portofolio efisien pasti merupakan portofolio yang optimal, namun portofolio yang optimal belum tentu efisien” – Renald Suganda (2012)

Saran
1.      Return saham harus dihitung secara total dengan mempertimbangkan dividen yield.
2.      IHSG yang digunakan sebagai indeks pasar menimbulkan bias karena dalam pembentukan IHSG terdapat saham-saham yang juga tidak aktif. Selanjutnya dapat mempergunakan return risk free rate dan indeks pasar yang lain atau membentuk sendiri indeks pasar tersebut.
3.      Dapat dilakukan perluasan sampel dengan mempertimbangkan sektor industri.
4.      Periode pengamatan seharusnya dilakukan lebih panjang karena saham merupakan salah satu bentuk investasi jangka panjang (minimal 5 tahun).

DAFTAR PUSTAKA
Bawazier, Said dan Jati P. Sitanggang, 1994, Memilih Saham Untuk Portofolio Optimal, Usahawan Tahun XXIII, No.1, Januari, hal 34-40.

Brealey, Richard A. and Stewart C. Myers, 1991, Principles of Corporate Finance, Fourth Edition, McGraw-Hill, Inc. New York.

Brigham, F. Eugene and Philip R. Daves, 2004, Intermediate Financial Management, Eighth Edition, McGraw-Hill, Inc. New York.

Cohen, J.B. Et al, 1973, Investment Analysis and Portfolio Management, Richards D. Irwin Inc. Illinois.

Elton, Edwin J. and Martin J.Gruber, 1995, Modern Portfolio Theory and Investment Analysis, Fifth Edition, John Wiley & Sons, Inc. Toronto, Canada.
Fabozzi, Frank J., 1995, Investment Management, Prentice Hall, New Jersey-USA.

Fama, Eugene F. and Kenneth R. French, 1989, Business Conditions and Expected Return on Stock and Bonds, Journal of Financial Economics, pp 23-49.

Gujarati, Damodar N., 1997, Basic Econometrics, Third Edition, McGraw-Hill Inc.Singapore.

Haroyah, M.Dwi, 2000, Analisis Beta Saham Model Indeks Tunggal:Perbandingan Antara Periode Perekonomian Normal Dan Krisis Moneter, Telaah Bisnis 1, No.1, hal 49-60.

Husnan, Suad, 2001, Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas, Edisi Ketiga, Yogyakarta, UPP AMP YKPN.

Indrawati,V. Maya, 2005, Analisis Investasi Portofolio Optimal Pada Saham, Tesis, Tidak Dipublikasikan, Program Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Irwin, S.C. and Landa D., 1987, Real Estate, Futures and Gold as Portfolio, The John Wiley & Son, Inc.

Jatnika, Okki, 2010, Analisis Pembentukan Portofolio Pada Lima Perusahaan Yang Bergerak Di Bidang Plantation, Jurnal Ekonomi Universitas Gunadarma 20120, Depok, Jakarta.

Jogiyanto, 2000, Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi Kedua, Yogyakarta: Penerbit BPFE.

Lintner, John, 1965, Security Prices, Risk and Maximal Gain From Diversivication, Journal of Finanace, pp 587-616.

Markowitz, M. Harry, Michael R.Tobin and A. Lintner, 1967, Portfolio Selection, Journal of Finance and Accounting, pp 111-123.
Musnadi, Muhammad dan Sulaiman, 2001, Analisis Manfaat Diversifikasi Portofolio Saham Antar Industri Di Bursa Efek Jakarta, Jurnal Manajemen dan Bisnis, Volume III, No.3, hal 245-254.

Sartono, R.Agus dan Sri Zulaihati, 1998, Rasionalitas Investor Terhadap Pemilihan Saham Dan Penentuan Portofolio Optimal Dengan Model Indeks Tunggal Di BEJ, Kelola No.17/VII/1998.

Sudana, I Made dan Miranda Janiarti, 2000, Pengaruh Ukuran Portofolio Terhadap Tingkat Diversifikasi Saham: Perbandingan Antara Portofolio Saham Satu Industri Dengan Portofolio Saham Beragam Industri Di BEJ, Majalah Ekonomi Tahun X, No.1, April, hal 28-42.

Sukarno, Mokhamad, 2007, Analisis Pembentukan Portofolio Optimal Saham Menggunakan Metode Single Indeks Di Bursa Efek Jakarta, Tesis Magister Manajemen Prodi Manajemen Universitas Diponegoro, Semarang.

Tandelilin, Eduardus. 2010. Portofolio dan Investasi. Edisi Pertama. Kanisius: Yogyakarta.

Wahyudi, Sugeng, 2005, Aplikasi Metode Single Index Pada Penentuan Portofolio Investasi Tahunan Pada Saham LQ 45 : Studi Pada PT. Bursa Efek Jakarta, Jurnal Bisnis dan Ekonomi Vol.12, No.1.

Weston, J. Fred and Thomas E.Copeland, 1986, Managerial Finance, Eighth Edition, The Dryden Press, New York.

www.e-bursa.com, diakses pada tanggal 12 Desember 2012, pukul 20.15.

Friday, December 14, 2012

KAMI MEMUJI KEBESARANMU

Tuhan memilih aku menjadi pelayanNya
  " Bukan kamu yang memilih Aku tetapi Akulah yang memilih kamu" -Yohanes 15:16
Ayat yang mampu meneteskan airmata saya di awal tahun 2009 saat saya resmi menjadi anggota Tubuh Kristus, dalam peneguhan sidi bersama 24 rekan lainnya kami berjanji sehati sepikir untuk bekerja dan melayaniNya.
Minggu, 9 Desember 2012...saya resmi di teguhkan bersama 8 rekan lainnya menjadi Pengurus Gerakan Pemuda Periode 2012-2015. Suatu kebanggaan besar menjadi pelayanNya dan semoga ini membawa pembaharuan yang signifikan dalam Gerakan Pemuda di GPIB Immanuel Malang. Rasa syukur ini tidak habis-habisnya datang, karena kami percaya Dialah yanga akan membentuk kami menjadi pemimpin-pemimpin kristen yang bekerja dengan hati. Selamat Melayani teman-teman semua. Tuhan Yesus Memberkati :)

ONE OF MY FAVORITE SONG

This is one of my favorite song from Raisa, she's so jazzily and cute...i love her sounds...
 
INGINKU...
Talent : Raisa Andriana

 
Tak ku percaya
Tak ku duga
Semua datang begitu juga
Ku pun bertanya
Dalam dada
Benarkah rasa itu ada
*
Tak perlu ku menunggu
Lama untuk kepastian itu
Reff:
Oh ingin ku bicara semua rasa
Ada cinta antara kita berdua
Yakin ada kesempatan untuk
Jalani indahnya dunia
Back to *
Back to reff
Telah ku rangkai kata-kata
Untuk nyatakan
Oh dengarkan kasihku
Ku ingin kau tahu
Oh isi hatiku
Back to reff [3x]

Friday, July 13, 2012

THE NEW ATMOSPHERE

Selamat malam blogku tercinta, lama banget rasanya ga curhat :D hehehe...
Banyak sekali ceritaku 2 bulan terakhir ini, banyak kisah suka dan duka ku yang buat aku belajar banyak hal...
Poin pertama,
Setelah UAS kemaren, study tour ke bandung berjalan tidak cukup baik, panitiaku dihina-hina dan dilecehkan oleh salah satu peserta, dan aku merasa menjadi SC yang bodoh, tidak mampu menjadi pembela seutuhnya bagi mereka...sedih...tapi aku berusaha membawa pembelaan itu didepan dosen dan staf...ingin sekali bertindak lebih, tapi dayaku hilang...entah kemana...
Poin kedua,
Hasil UAS kemaren, juga tidak cukup baik dan saya bingung mengapa jadi seperti itu...dayaku hilang lagi...entah kemana...
Poin ketiga,
Ini ceritanya panjang, saya baru saja dikecewakan oleh salah seorang teman yang sudah saya anggap seperti sahabat,saudara,dan dia seperti ibu bagi saya...mampu menjadi pendengar yang baik...tapi semua itu hilang sudah, ketika saya mengetahui sesuatu yang tidak pernah dia utarakan sebelumnya,,,saya tidak pernah menyangka akan hadir "hal yang tidak penting" seperti ini...saya lega tapi kecewaku pun belum hilang hingga saat ini...andaikan saja tidak hadir pria yang membuat kami seperti ini, pasti sekarang saya pun sedang bersamanya, penuh tawa mungkin, tapi...mungkin kebahagiaan tidak hanya terbatas pada saat memiliki sahabat saja, perlu pacar juga ( saya juga berpikir demikian )...jauh dari banyak pengaruh dan datang pada saya, dan kebohongannya dan semua semuanya yang tidak saya sadari sebelumnya, saya merasa dia tetap pendengar dan penasehat yang baik...saya berteman tulus...tapi kenapa saya harus merasa kecewa ? dan kenapa dia harus mengecewakan saya ?...setelah tau "kenyataan" pahit itu di malam terakhir tangisku bersamanya, saya sempat menulis sebuah surat (yang mungkin dibaca oleh yanti malam sebelum kepulangannya ke kampung halaman pangkalan bun), surat yang berisi kekecewaanku...malam itu di kos yanti, derai air mata saya tumpah...tumpah lagi...ingin lega memang harus nangis...sambil nangis nulis surat itu "Kak, kenapa jahat sama aku?" ga tau kenapa bisa nulis begitu...mungkin saya pikir dia jahat, jahat, jahat...saya tidak ingin bilang "teman makan teman" tapi...ternyata dan kenyataannya...memang teman makan teman...kata salah seorang sahabat saya lainnya, KAMU GAK USAH TEMENAN LAGI AMA DIA...denger kata-kata itu nangis lagi...saya ga mau berubah, tapi nyatanya saya berubah karena kecewaku...sudah berdoa, sudah meditasi, sudah semua muanya, bahkan diet keras buat menyembuhkan luka-luka ini...
SAYA PENGEN BANGET jadi temen yang dateng pas dia sakit, makan makanan sederhana, dan menikmati coca colanya, dulu itu tulus dari saya..mungkin sekarang itu kamuflase....
sedih kalau inget bagian" yang kami habiskan bersama cuman hilang seketika karena kekecewaan saya tapi saya pun belum mampu...belum mampu lagi...jika harus berhadapan terus dengan kemunafikan, saya kecewa...kapan semua ini berakhir, saya tidak tau...saya masih kecewa :")...
saya ingin merubah kembali semuanya...tapi apa daya...dayaku hilang lagi...entah kemana...
Poin keempat,
SAYA PATAH HATI #cuih
poin ini biar saya sendiri yang tau yaaa :)
Poin kelima,
Ada lagi yang datang mengisi hari2ku ahahahhah (selain angga yg nonstop :p)
ITS YOU! <3
Poin keenam,
Setelah banyak peristiwa diatas, saya lebih kekeh belajar...belajar dari pengalaman memilih sahabat dan belajar percaya sama diri sendiri..
Kalau ga percaya diri, ga usah memulai :)

THE NEW ATMOSPHERE INI ga nyambung memang tapi SAYA MEMANG PUNYA ATMOSFIR KEHIDUPAN YANG BARU UNTUK MENJADIKAN PERISTIWA" DI ATAS MENJADI PEMBELAJARAN HIDUP !! :D

Makasih udah mendengarkan saya malam ini
see you soon baby blog :*

Wednesday, May 30, 2012

ARTIKEL CB 4 -BAHAN REFLEKSI PENTINGNYA FLORA FAUNA BAGI KELANGSUNGAN HIDUP MANUSIA

FLORA dan FAUNA
“ Flora dan Fauna bagi Kelangsungan Hidup Manusia ”
Adevi Sabath Sofani
121010001

Keberagaman hasil karya Nya yang agung membuat bumi menjadi begitu unik. Manusia diciptakanNya dengan akal budi untuk dapat mengelola makhluk hidup lainnya. Dan ketika manusia mengelola makhluk hidup lainnya harusnya tidak melupakan ketergantungan alamiah antar sesama makhluk hidup yang secara bersama-sama hidup di bumi. Sebut saja hewan dan tumbuhan yang merupakan makhluk hidup lainnya. Keduanya merupakan bagian terpenting agar manusia dapat hidup di bumi. Hal penting dalam hubungan antar makhluk hidup yaitu hal memberi dan menerima. Contoh hal memberi dan menerima dalam hubungan ketergantungan antar makhluk hidup yakni dalam hal pernafasan; manusia menghirup oksigen O2 dan mengeluarkan CO2, sedangkan tumbuhan menghirup CO2 dan menghembuskan O2 yang dibutuhkan oleh manusia. Tumbuhan memberi O2 pada manusia dan tumbuhan menerima CO2 dari manusia.
Tumbuhan sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup manusia, pernahkah kita membayangkan tidak adanya tumbuhan di muka bumi ini, bagaimana aktivitas bernapas manusia dapat tercukupi dan aktivitas kehidupan akan berjalan dengan baik. Tumbuhan pun membantu aktivitas kehidupan manusia dalam hal pangan. Tumbuhan dimuka bumi sangat beraneka ragam antara lain; tumbuhan hijau, tumbuhan berbunga, tumbuhan buah, tumbuhan parasit, tumbuhan lumut, tumbuhan pepohonan, dan tumbuhan semak. Jenis-jenis tumbuhan yang ada memiliki perannya masing-masing dibumi.
Beberapa peran penting yang diberikan oleh tumbuhan bagi kehidupan di bumi antara lain :
1.    Sebagai Produsen dalam ekosistem
Kemampuan fotosintesis yang dimiliki oleh tumbuhan menjadikan mereka bisa menyediakan sumber makanan untuk kehidupan mereka sendiri, dan beberapa senyawa lainnya disimpan sebagai cadangan makanan dalam bentuk amilum / pati yang dimanfaatkan oleh mahkluk hidup ( terutama konsumen primer ) sebagai sumber makanan.Sehingga dapat dikatakan tumbuhan menjadi sumber kehidupan utama bagi mahkluk hidup lainnya, karena energi yang berasal darinya akan ditransfer kepada mahkluk hidup lainnya melalui rantai makanan dan jaring-jaring makanan.
2.    Mengendalikan siklus / daur biogeokimia
Kemampuan fotosintesis tumbuhan juga menjadi "jaminan" berlangsungnya daur beberapa senyawa kimia di bumi. CO2 yang merupakan zat "tak berguna" bagi mahkluk hidup lain oleh tumbuhan dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan pembentukan senyawa organik termasuk jugadihasilkannya O2 yang merupakan senyawa penting bagi mahkluk hidup lainnya.
3.    Sebagai agen pelapukan batuan
Tumbuhan lumut merupakan vegetasi perintis yang mampu merubah struktur batuan ataupun karang menjadi tanah yang subur.  Mencegah terjadinya banjir, tanah longsor dan penyedia cadangan air tanah. Akar tumbuhan yang menembus sampai ke dalam tanah, tajuk-daun yang lebat pada tumbuhan mampu menahan derasnya aliran air di permukaan menyerap dan menahan air ketika terjadi hujan.
Keberadaan tumbuhan di bumi juga menjadi berkah tersendiri bagi manusia. Dengan kemampuannya, tumbuhan bisa menjadi "sesuatu" yang bernilai lebih bagi manusia. Beberapa nilai dan manfaat yang bisa diambil oleh manusia dari tumbuhan antara lain :
·         Nilai konsumtif, yang meliputi semua manfaat yang bisa diambil oleh manusia untuk dikonsumsi secara langsung , seperti : sumber bahan pangan, bahan bakar ( kayu bakar ), bahan bangunan.
·         Nilai produktif, yang meliputi semua manfaat yang bisa diambil oleh manusia untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku industri atau produksi. Misalnya : sebagai bahan baku industri mebel, bahan baku industri obat, bahan baku industri makanan dan lain-lain.
·         Nilai non produktif, meliputi semua manfaat yang bisa diambil oleh manusia untuk kepentingan-kepentingan lain di luar konsumsi dan produksi. Seperti : sebagai sumber plasma nutfah, penjaga keseimbangan ekosistem, bahan penelitian, hobby, rekreasi, dan lain sebagainya.
Pohon atau tumbuhan penting sekali bagi kelangsungan hidup manusia. Seperempat oksigen di alam ini dihasilkan oleh tumbuhan hijau termasuk dedaunan pada pohon melalui proses fotosintesis. Tumbuhan yang memiliki klorofil memproduksi energi atau nutrisi dan oksigen lewat proses fotosintesis ini. Dengan bahan karbon dioksida dan air serta memanfaatkan energi cahaya, tumbuhan mampu menghasilkan energi atau nutrisi juga oksigen yang dibutuhkan hampir setiap makhluk hidup di muka bumi. Dapat dibayangkan jika pepohonan di dunia ini berkurang sedikit demi sedikit setiap harinya, jumlah oksigen yang ada di alam ini setiap hari juga semakin berkurang. Padahal manusia membutuhkan oksigen untuk proses respirasi dalam tubuh. Respirasi bukan hanya sekedar bernapas, tetapi dari respirasi akan dihasilkan energi yang digunakan manusia untuk berbagai kegiatan seperti pertumbuhan, gerak, dan lainnnya. Jika oksigen di alam berkurang, maka manusia akan kesulitan dalam melakukan respirasi. Mungkin saat ini kita belum terlalu merasakan akibatnya, tetapi jika jumlah pohon semakin berkurang suatu saat nanti manusia pasti akan merasakan kekurangan oksigen. Kita mungkin mengamati bahwa udara pada beberapa tahun lalu lebih segar dibandingkan dengan udara saat ini.
Diakui atau tidak, manusia adalah makhluk yang berperan besar dalam menciptakan kerusakan flora dan fauna. Beberapa kegiatan manusia secara langsung maupun tidak langsung telah menyebabkan beberapa flora dan fauna mengalami kelangkaan bahkan kepunahan. Untuk mencegah ini terjadi secara terus-menerus sebaiknya kita mengenali kerusakan yang terjadi pada flora dan fauna serta apa sajayang dapat menyebabkan kerusakan itu. Dengan mengenali kerusakan itu, kita dapat mengambil hikmah dan membuat langkah antisipasi agar kerusakan itu tidak berlanjut. Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan kerusakan flora dan fauna akibat kegiatan manusia.
a. Pencemaran
Pencemaran lingkungan adalah faktor yang sangat berperan dalam penciptaan kerusakan flora dan fauna. Zat-zat polutan telah banyak membunuh flora dan fauna di darat maupun di perairan. Kini, zat-zat itu semakin menyesaki Bumi akibat kemajuan teknologi. Di satu sisi, teknologi memang kita butuhkan tetapi di sisi lain telah menyebabkan pencemaran yang sangat membahayakan kehidupan. Hasil dan sisa-sisa kemajuan teknologi itu kini telah meracuni tanah, air, serta udara. Jadi, teknologi hendaknya diciptakan sedemikian rupa sehingga tetap ramah terhadap lingkungan. Kita biasa membedakan pencemaran menjadi tiga macam, yaitu pencemaran udara, air, dan tanah. Pembedaan seperti itu tidaklah tepat benar karena ketiganya saling berkaitan. Asap pabrik dan kendaraan bermotor melepaskan karbon monoksida ke udara. Terjadilah pencemaran udara. Udara yang tercemar itu naik bercampur dengan uap air, terkondensasi, dan turun sebagai hujan. Air hujan yang telah tercemar karbon monoksida itu bersifat asam sehingga sering disebut hujan asam. Hujan asam ini jika mengenai tanaman atau hewan secara langsung dapat memperlambat pertumbuhannya dan bahkan membunuhnya. Air hujan yang asam itu juga memasuki air permukaan seperti sungai atau danau dan meracuni tumbuhan serta hewan-hewan air. Sebagian hujan asam itu meresap ke tanah dan meracuni tumbuh-tumbuhan. Tumbuhan dan hewan itu jika masih hidup akan menyimpan racun dalam tubuhnya. Pencemaran air pada akhirnya juga menyebabkan pencemaran udara dan tanah. Zat-zat polutan dalam air yang tercemar akan terurai dan bercampur dengan udara ketika berlangsung proses penguapan. Sebagian air yang tercemar juga memasuki tanah sehingga tanah pun ikut tercemar. Tindakan sederhana apakah yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi pencemaran? Nah, lakukanlah mulai dari dirimu sendiri!
Pencemaran tanah pun akhirnya juga menyebabkan pencemaran air dan udara. Zat-zat polutan yang ada di dalam tanah dapat menguap ke udara, menimbulkan bau yang tidak sedap dan menyesakkan pernapasan. Sebagian zat polutan itu juga memasuki air tanah dan mengisi air sumur, sungai, serta danau.
b. Eksploitasi Hutan
Pengambilan hasil hutan secara besar-besaran, cepat atau lambat akan memusnahkan flora dan fauna tertentu di permukaan Bumi. Beberapa flora memiliki pertumbuhan yang sangat lambat misalnya jati, sehingga untuk memperbaruinya diperlukan waktu yang sangat lama. Ada juga flora yang hanya tumbuh pada waktu tertentu misalnya bunga Rafflesia arnoldi.
c. Perburuan Liar
Beberapa fauna mempunyai daya tarik tersendiri sehingga mempunyai nilai ekonomis. Inilah yang menyebabkan beberapa fauna diburu oleh manusia. Badak diburu oleh manusia karena diyakini culanya yang berkhasiat sebagai obat. Gajah diburu manusia karena gadingnya dapat digunakan sebagai hiasan dan peralatan dengan harga mahal. Cenderawasih diburu karena bulunya yang indah. Dan beberapa fauna lagi diburu karena alasan tertentu. Inilah yang menyebabkan beberapa fauna berada diambang kepunahan. Bagaimanakah upaya yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya perburuan liar?
d. Penggunaan Pestisida
Dalam pertanian penggunaan pestisida dimaksudkan untuk membunuh hewan perusak tanaman. Secara tidak sengaja, pestisida itu juga membunuh hewan yang menguntungkan. Beberapa burung telah mati akibat penggunaan pestisida. Burung-burung yang tahan terhadap pestisida akan mengalami gangguan reproduksi. Berdasarkan penelitian, pestisida berpengaruh terhadap pembentukan kalsium dalam tubuh burung. Akibatnya, burung menghasilkan telur yang kulitnya sangat tipis sehingga bayi burung tidak dapat bertahan hidup. Langkanya elang jawa diduga kuat juga karena penggunaan pestisida ini.
e. Penggunaan Pupuk Buatan
Di satu sisi, pupuk buatan berfungsi menyuburkan tanaman. Namun, di sisi lain pupuk telah berperanbesar terhadap kelangkaan beberapa jenis fauna. Berdasarkan penelitian, para ahli menyimpulkanbahwa penggunaan pupuk telah menyebabkan hilangnya beberapa jenis ikan di sungai dan danau. Bagaimana ini bisa terjadi? Pupuk yang disebarkan di lahan pertanian tidak semuanya diserap oleh tanaman. Beberapa di antaranya telah dihanyutkan air hingga sampai ke sungai dan danau. Pupuk itu menyuburkan tanaman air seperti eceng gondok hingga pertumbuhannya melampaui batas toleransi. Tanaman ini menyerap oksigen yang dibutuhkan oleh beberapa jenis ikan. Selain itu, eceng gondok yang membusuk menyebabkan air bersifat asam. Beberapa jenis ikan yang tidak sanggup bertahan akan mati dan akhirnya punah.
Itulah beberapa kerusakan flora dan fauna serta hal-hal yang menyebabkannya. Kerusakan itu sesegera mungkin harus kita cegah karena dampaknya akan menimpa kita juga. Apa dampak kerusakan flora dan fauna bagi manusia?

Dampak kerusakan flora dan fauna bagi kehidupan terlihat dari beberapa flora dan fauna telah hilang dari habitatnya. Gajah jawa, harimau jawa dan bali, kini tinggal dongeng belaka. Suatu saat binatang yang saat ini bisa kita lihat, boleh jadi juga tinggal cerita buat anak cucu kita. Beberapa hutan telah habis dibabat berubah menjadi lahan-lahan kritis yang kelak terhanyut dan mendangkalkan sungai-sungai. Karena sudah begitu dangkal, sungai tidak lagi mampu menampung air dan meluaplah banjir menerjang segala yang ada di sekitarnya termasuk manusia. Betapa tragisnya. Berikut ini dampak yang akan terjadi jika flora dan fauna mengalami kerusakan.
a. Ekosistem Tidak Seimbang
Dalam ekosistem terdapat predator (pemangsa) dan yang dimangsa. Jika salah satu dihilangkan, ekosistem menjadi tidak seimbang dan akibatnya sangat merugikan kehidupan. Para ahli pernah mengadakan percobaan dengan membuang spesies predator, yaitu bintang laut jenis pisaster dari sebuah kawasan di pantai Amerika Utara. Di pantai itu terdapat 15 spesies yang hidup. Dalam tempo tiga bulan, udang mirip remis (bernacle) yang merupakan makanan bintang laut berkembang dengan pesat hingga menutupi tiga perempat kawasan itu. Setelah satu tahun, beberapa spesies mulai menghilang hingga tinggal delapan spesies. Dengan hilangnya bintang laut, bernacle mengambil alih permukaan karang sehingga ganggang tidak bisa tumbuh.
b. Kelangkaan Sumber Daya
Flora dan fauna merupakan sumber daya yang dapat dimanfaatkan oleh manusia, contohnya hutan. Hutan menghasilkan berbagai macam hasil hutan yang sangat penting bagi manusia. Mulai dari kayu, daun, bahkan getahnya berguna bagi manusia. Hutan juga mampu menyimpan air yang merupakan kebutuhan vital bagi kehidupan. Jika hutan itu rusak, hilanglah sumber daya yang dihasilkannya. Lebih fatal lagi, persediaan air akan berkurang sehingga air menjadi barang langka.
c. Menurunnya Kualitas Kesehatan
Beberapa flora dan fauna merupakan sumber makanan bagi manusia. Bahkan beberapa di antaranya diusahakan manusia dengan sengaja dalam bentuk budi daya. Beberapa zat polutan dan pestisida dapat tersimpan dalam tubuh flora dan fauna itu. Jika flora dan fauna itu dikonsumsi manusia, zat-zat tersebut akan berpindah ke dalam tubuh manusia. Indikasi dari rusaknya fauna telah terbukti denganmunculnya penyakit yang disebabkan oleh binatang piaraan. Penyakit seperti anthrax (sapi gila), flu burung, dan pes adalah bukti rusaknya fauna. Beberapa fauna juga tidak layak untuk dimakan misalnya kerang yang hidup di perairan yang tercemar. Dari hasil penelitian, kerang menyerap zat logam berat dan menyimpan dalam tubuhnya sehingga sangat berbahaya jika dikonsumsi.
d. Tragedi Lingkungan karena Kerusakan Hutan
Bencana alam yang terjadi akibat kerusakan flora dan fauna sangat sering terjadi. Banjir dan tanah longsor merupakan fenomena yang amat sering kita dengar serta saksikan jika musim hujan tiba. Ini tidak lepas dari akibat kerusakan hutan. Hutan yang telah rusak tidak mampu lagi menahan air hujan sehingga air menghanyutkan tanah. Terjadilah banjir dan tanah longsor. Inilah contoh tragedi lingkungan.
e. Hilangnya Kesuburan Tanah
Unsur utama kesuburan tanah adalah nitrogen (N). Unsur ini terkandung dalam DNA makhluk hidup. Sebagian besar nitrogen yang penting itu, dihasilkan oleh flora dan fauna. Flora seperti kacang polong, buncis, dan kedelai mendorong penguraian nitrogen di dalam tanah. Suatu zat kimia dalam akar tumbuhan tersebut telah memacu pembiakan bakteri rhizobium yang dapat memproduksi nitrogen. Bakteri ini akan membentuk bintil-bintil akar yang menyediakan nitrat bagi tanaman. Beberapa jenis flora lain juga dapat menghasilkan nitrat dengan cara berbeda. Jika flora mengalami kerusakan, pembentukan nitrat akan terganggu sehingga tanah kehilangan produktivitasnya.
f. Putusnya Daur Kehidupan
Inilah dampak yang mengerikan jika flora dan fauna mengalami kerusakan. Semua bentuk kehidupan di Bumi tersusun dari unsur karbon. Karbon ini terus bergerak pada berbagai bagian biosfer dalam bentuk senyawa kimia. Karbon ada dalam tubuh organisme, dalam air, udara, dan di dalam Bumi itu sendiri. Karbon yang ada di atmosfer jika bersenyawa dengan oksigen akan membentuk karbon dioksida (CO2). Senyawa ini diserap tumbuhan dalam proses fotosintesis. Dalam tumbuhan, karbon diubah menjadi karbohidrat. Senyawa ini dibutuhkan manusia dan hewan sebagai sumber energi. Dalam tubuh manusia dan hewan, karbon berbentuk senyawa kalsium karbonat yang terdapat dalam tulang. Jika manusia dan hewan mati, jasadnya akan diuraikan oleh bakteri serta dilepaskan ke udara dalam bentuk CO2. Terulanglah daur karbon melalui tumbuhan. Jika flora dan fauna yang merupakan komponen dalam daur ini mengalami kerusakan, daur karbon akan terputus. Sudah pasti kehidupan akan terganggu. Itulah dampak yang akan terjadi jika flora dan fauna mengalami kerusakan. Sekarang, kamu tahu betapa pentingnya flora dan fauna itu. Karena itulah, menjaga kelestarian flora dan fauna bukan lagi suatu kewajiban tetapi kebutuhan. Kerusakan flora dan fauna pada akhirnya akan merugikan kita juga. Sudah saatnya sejak sekarang, mulai memerhatikan lingkungan dengan kesadaran yang tinggi untuk menjaganya.
Kini tekanan pemanfaatan sumber daya alam didukung teknologi telah begitu serius mengancam kelestarian flora dan fauna. Beberapa jenis flora dan fauna terancam kepunahan menyusul beberapa jenis lainnya yang telah punah duluan. Kepunahan memang bukan gejala baru. Beberapa jenis flora dan fauna telah hilang bersama sejarah Bumi.  Punahnya harimau bali pada tahun 1942, seolah memberi peringatan bahwa jenis lain akan menyusul. Dan benar, selang beberapa tahun kemudian yaitu tahun 1980, harimau jawa juga tinggal dongeng kenangan. Kepunahan ini disebabkan oleh nilai komersial binatang-binatang itu dan rusaknya habitat mereka. Kepunahan ini juga akan menimpa beberapa jenis flora jika tidak ada upaya perlindungan. Di Indonesia memiliki lebih dari 350 kawasan yang dilindungi yang ditetapkan berdasarkan undang-undang Direktorat Konservasi, Direktorat Jenderal Pelestarian Hutan dan Pengawetan Alam (PHPA). Kawasan-kawasan tersebut dikategorikan menjadi taman nasional, cagar perburuan, cagar alam, kawasan perburuan, hutan lindung, dan taman wisata. Berikut ini adalah beberapa kawasan di Indonesia yang telah ditetapkan sebagai kawasan perlindungan beberapa flora dan fauna tertentu dalam bentuk taman nasional (TN) serta daerah perlindungan





Adapun tujuan dari upaya pelestarian hewan dan tumbuhan sebagai berikut :
1.       Menjaga keseimbangan ekosistem agar kehidupan dimuka bumi ini tetap berjalan dengan baik.
2.       Melestarikan keanekaragaman hayati yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat.
3.       Memenuhi kebutuhan masyarakat. Misalnya untuk bahan bangunan, makanan, dan obat- obatan.
4.       Menciptakan lingkungan yang nyaman dan mengurangi pencemaran udara dengan    tumbuhnya berbagai pohon.
5.       Dapat dimanfaatkan sebagai tempat hiburan dengan membuat taman rekreasi  atau kebun binatang.

Lingkungan adalah aset kehidupan yang tidak ternilai harganya. Jika lingkungan itu rusak, hilanglah aset itu dan terancamlah kehidupan kita. Semua itu tidak akan terjadi jika kita peduli terhadap lingkungan. Seharusnya kita sadar bahwa ada hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan. Lingkungan akan memberikan manfaat bagi manusia selama diperlakukan dengan baik. Sebaliknya, jika kita semena-mena terhadap lingkungan, bencanalah yang akan menimpa kita. Flora dan fauna adalah bagian dari lingkungan yang secara menakjubkan telah menjaga ekosistem agar tetap seimbang.







DAFTAR PUSTAKA
Club Etnobotani Indonesia

Wednesday, May 23, 2012

ON this wednesday :)

Selamat siang sodara-sodara..
Siang ini penuh dengan berita buruk, tugas yang tiada henti datang mengalir dan saya akhirnya memutuskan untuk tidak berangkat ke Bromo besok malam dikarenakan kuis Pak Putu yang sangat penting =.=!!
And i dont know what the feeling this day...VERY DISSAPOINTED
semoga sore ini akan jadi lebih baik :)

Wednesday, May 9, 2012

Good night Mr.Galau

Hiya...seperti suasana hati ini, kembali lagi galau...hahaha...kemarenan sempet denger cerita bahagia dari seorang temen yang udah lama banget ga ketemu, dia akhirnya mendapatkan pujaan hatinya yang begitu sempurna menurut dia *tidak untuk saya*...
Simple sebenarnya, menurut saya lelakinya itu pria yang tidak sempurna seperti yang dipikirkannya...lelaki membual...
Ya sudahlah biarkan mereka bersama saja, itu sudah cukup baik :)
Mendengar berita itu, terbisik satu nama ditelinga ini
Tapi bagaimanapun juga namaku hanya akan jadi bagianku dan Tuhan yang mendengar dan semoga menjawab doaku lebih cepat :)
Terkesan memaksa Tuhan , jelas iya
Itu yang ku takutkan selama ini, semoga saja ada pencerahan setelah aku bercerita ya :)
Tersenyumlah
Karena hari ini, ada berita baik di kampus..yippie yee yee yee...KUIS DIDEPAN MATA !!!
T.T
KEMBALILAH KE LAPTOP dan FOKUS PADA BUKU INTERMEDIATEMUUUUUU!!!